Menghitung HPP pada Bisnis Rumah Makan

21 Nov

Secara umum, metode penghitungan HPP (harga pokok penjualan) dibagi menjadi 2 (dua), yaitu :

  1. Metode Physical, disebut juga metode Periodik adalah metode menghitung HPP dengan cara menghitung stok/persediaan yang ada secara berkala (dalam periode tertentu) kemudian mengurangkannya terhadap data stok terakhir sehingga diperoleh selisih jumlah stok/persedian untuk dihitung dan dijurnal sebagai HPP. Sehingga laporan rugi laba yang valid hanya bisa diperoleh pada akhir periode yang ditentukan.
  2. Metode Perpetual, adalah metode menghitung HPP pada saat yang sama dilakukan penjualan atau terjadi mutasi. Dengan metode perpetual, maka laporan rugi laba akan selalu valid setiap saat. Namun metode ini sangat menyulitkan jika menggunakan pembukuan manual. Biasanya metode ini digunakan pada software akuntansi, termasuk pada Armadillo Accounting.

Lantas, untuk bisnis rumah makan Anda, metode mana yang cocok..??

Dalam menentukan metode perhitungan HPP, kita harus mengacu pada barang/persediaan yang kita jual. Dalam usaha rumah makan, menu makanan/minuman umumnya terdiri dari gabungan banyak bahan baku dengan takaran yang bermacam-macam pula. Meskipun HPP tiap menu sebenarnya bisa dihitung dengan menggunakan proses assembling (perakitan) dan assembling bertingkat, namun hal ini akan menyulitkan dalam operasional nantinya.

Urgensi laporan rugi laba untuk bisa valid setiap saat juga bisa kita pertimbangkan. Jika kita hanya memerlukan laporan harian, bukan per jam misalnya, maka kebutuhan untuk menggunakan metode perpetual efektif bisa kita kesampingkan. Metode Physical harian agaknya menjadi pilihan yang bijak bagi Anda pebisnis rumah makan.

Armadillo Accounting telah didesain untuk melakukan perhitungan HPP secara perpetual, jika untuk bisnis rumah makan apakah bisa diubah menggunakan metode physical..??

Bisa saja, dengan melakukan setup tertentu kita bisa mengaplikasikan Armadillo untuk menghitung HPP secara physical. Sehingga pada saat penjualan, hanya jurnal Kas Masuk pada Pendapatan saja yang dihasilkan.

sedangkan jurnal untuk HPP dan persediaan bernilai nol (tidak ada mutasi).

Lantas, kapan kita memasukkan HPP..??

yaitu saat kita membiayakan konsumsi bahan baku untuk operasional rumah makan kita pada satu hari itu melalui menu Costing yang akan kita bahas pada postingan berikutnya…

[Haris]

4 Tanggapan to “Menghitung HPP pada Bisnis Rumah Makan”

Trackbacks/Pingbacks

  1. Mencatat Konsumsi Bahan Baku sebagai HPP (Costing) « mengelola keuangan bisnis rumah makan - November 21, 2011

    [...] yang sudah dijanjikan pada postingan sebelumnya tentang Perhitungan HPP pada Bisnis Rumah Makan, maka kali ini kita akan membahas bagaimana cara mencatat konsumsi bahan baku sebagai HPP melalui [...]

  2. BAJE « Penjualan - Desember 22, 2012

    [...] yang sudah dijanjikan pada postingan sebelumnya tentang Perhitungan HPP pada Bisnis Rumah Makan, maka kali ini kita akan membahas bagaimana cara mencatat konsumsi bahan baku sebagai HPP melalui [...]

  3. Sitemap | Radiansystem's Blog - April 16, 2014

    […] Menghitung HPP pada Bisnis Rumah Makan […]

  4. Mencatat Konsumsi Bahan Baku sebagai HPP (Costing) | Bisnis Kafe (Cafe) - Akuntansi dan Managemen nya - Agustus 8, 2014

    […] Perhitungan HPP pada Bisnis Cafe, maka kali ini kita akan membahas bagaimana cara mencatat konsumsi bahan baku sebagai HPP melalui menu costing. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: